Tahun baru. Harus ada Seragam Jersey baru yang diorganize pengurus baru. Akan Jersey Kebanggaan dalam tahun 2022. Akan banyak dipakai berfoto dalam event2 gowes selama 2022. Harus berbeda dari yang sebelumnya. Tidak harus lebih murah, karena member sepertinya lebih banyak yang suka bahan dgn kualitas yg bagus dan desain bagus.
Sudah dalam beberapa bulan ini digarap. Kemudian Final. Draft model dikirimkan ke member dan list pemesanan pun disebar. Beberapa Member sudah mulai mengisi pemesanan.
Pemesanan berlanjut ? Ternyata tidak. Beberapa Member yg berani bersuara, membawa aspirasi dari mereka yang juga tidak setuju dgn model yg diberikan, Tapi melempem suaranya. Hanya bersuara dibelakang.
Totalnya ada 10 point masukan ttg desainnya, kombinasi warnanya dan layout-nya. Masukan itu lahir dari kepedulian, bukan kebencian. Masukan itu disampaikan utk kepentingan bersama , bukan kepentingan personal. Masukan itu adalah wujud dari kontribusi ide.
Akhirnya masukan2 itu didengar dan diperhatikan. Kemudian disesuaikan. Sayangnya, harus segera diputuskan. Tidak boleh lama. Bahkan, usulan diskusi pada waktu setelah jam kerja pun, dianggap masih terlalu lama. Saya sendiri merasa tidak optimal dalam mereview dan hanya memberikan review saat sekitar 10 menit. Saat akan masuk ke Lift, setelah kembali dari makan siang.
Saya tidak ingin mengomentari banyak tentang desain Jersey. Saya hanya ingin berbagi cerita tentang sebuah Pelatihan/Training Management yg saya ikuti pada tahun 2010. Nama Training itu adalah : SUKSES MULIA yg selenggarakan oleh Kubik Leadership. nama pengajarnya : Bp. Jamil Azzaini. DImulai dari jam 06.00 - 22.00. 2 hari berturut-turut. Sangat melelahkan. tapi sangat berkesan, hingga sekarang.
Salah satu yang diajarkan dalam Training itu adalah : Kita justru harus mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah memberi masukan kepada kita atau bahkan memberi Kritik kepada kita, tentang kelemahan kita, Tentang kekurangan kita atau hal-hal tidak baik lainnya. Dengan diberikannya masukan, kritikan atau feedback spt itu, kita mendapat kesempatan untuk menjadi lebih baik. Semakin sering kita terima feedback, idealnya semakin sering kita berkesempatan melakukan perbaikan.
Selesai Training tersebut, saya mempraktekan hal tersebut. Beberapa rekan saya dikantor, saya minta utk menuliskan secara tertutup, tentang kekurangan yg ada pada diri saya. apapun itu. Yang mereka tau. Yang mereka lihat. Yang mereka Rasakan. Ternyata memang benar. Banyak hal yg diluar dugaan saya. Saya sangat senang. 2 tahun kemudian saya ulangi dengan rekan2 kantor yg berbeda.
Dalam berbagai kondisi, memang tidak sedikit yg blm dapat bijak menyikapi setiap feedback. Ego mengalahkannya. bahkan kalah telak. Ada rasa tidak ingin direndahkan. Ada Pride yg merasa harus dipertahankan.
Dalam konteks Organisasi Sosial, Idealnya memang harus banyak menerima masukan yg konstruktif. Bahkan harus meng-encourage member didalamnya utk bisa lebih kritis. Lebih Berani. Agar organisasinya terus tumbuh. Karena itu milik bersama. Dibangun bersama dari pemikiran bersama. Tidak boleh ada Ego pribadi tinggal disana. Tidak boleh ada pemaksaan kehendak disana. Hanya saja, memang kita tidak bisa berharap banyak karena organisasi solial biasanya sangatlah Heterogen.
Terlalu banyak Quote tentang kritik, tapi saya tertarik dengan dua Quote bijak dibawah :
1. "Hargailah yang konstruktif; abaikan yang merusak" - John Douglas
2. "Jika seseorang mengkritik Anda, beri dia pujian." - Debasish Mridha
Apakah anda terkritik dgn tulisan ini ? ataukah justru anda ingin memberi masukan yg konstruktif atau mengkritik tulisan ini ? Tentu, saya dengan senang hati menerimanya.
Salam Kerupuk,
Newbie Writer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar