Minggu, 27 Februari 2022

11 Pertanyaan SENIOR | Sempur Trip

Minggu, 27 Feb 2022 

Rencana gowes ke Puncak Sempur pada hari Sabtu lalu (19/2) harus batal karena beberapa teman berhalangan. Termasuk saya yang harus menunggu hasil PCR. Direncanakan lagi Sabtu ini (26/2) dan batal lagi. kali ini om Himi, sang Bandar Kerupuk berhalangan dan meminta ditunda esok harinya. Mendadak, Sabtu sore kami ber-4 bersepakat utk gowes ke Puncak Sempur pada hari Minggu, 22 Feb 2022. 

Sebelumnya, sekitar sebulan yang lalu, saya sempat bertanya rute Parang Gombong ke teman saya, om Kacacima. Supaya ada gambaran yg lebih jelas, saya membuat scoring : 1-10, dimana 10 adalah sangat sulit rutenya. om Kacacima memberi score 7 untuk Parang gombong dan menambahkan informasi bhw disekitar Loji, ada rute yang scorenya 20 namanya : Puncak Sempur. Daerah yang Masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 kategori dataran tinggi terpopuler. Dari informasi awal inilah, penasaran kami muncul.

 Foto bersama di Sawah daerah Cariu

Minggu, 27 Feb Sekitar jam 6.30,  Kami ber-4 sudah berkumpul di titik kumpul (TIKUM), depan lampu merah Keranggan. Saya, Om Heri, Om Hilmi (Bandar Kerupuk) dan om Sis. Kami memanggil om Sis dengan panggilan SENIOR, karena memang beliau lebih senior dari kami semua.  Dan kami ber4 adalah Vaper (pengguna Vape). Saat berada di Titik kumpul, terlihat Senior (om SIs) sibuk dengan Pod barunya. Sesekali di hisap. kemudian dilihat jumlah likuidnya. dipencet-pencet tombol yg ada di pod tersebut dan kemudian dihisap lagi.  


Jam 10.48, kami sudah sampai di gerbang Puncak Sempur. Jarak dari gerbang tersebut ke puncak sempur hanya sekitar 3-4 KM, tapi memang benar yang dikatakan om Kacacima, tanjakannya memang tajam. Dibeberapa jalan, kami harus menggowes sepeda dgn Zig-zag atau duduk diujung sadel, agar roda depan tidak terangkat. Kami sempat berisitirahat makan siang dan tepat jam 13.48, kami sampai di Puncak Sempur. 3 KM ditempuh dengan jarak 3 Jam. Kami pun menyegerakan untuk Sholat Dzuhur dan kemudian memesan minum di warung sekitar lokasi.

 Foto bersama di gerbang pintu masuk puncak Sempur 

Sekitar 2 jam kami menikmati udara sejuk sambil bercerita. berbagi pengalaman hidup. Om Hilmi bercerita banyak tentang pengalamannya bekerja di kalimantan. Saking bersemangatnya bercerita, sampai lupa untuk tidur, padahal sudah berkeredong sarung. Sarung yg selalu dibawa setiap gowes. Sarung untuk sholat yang juga menjadi teman penghantar tidur. Sesekali om Heri dan saya pun berbagi cerita. Hanya SENIOR saja yg terus sibuk dengan Pod barunya. Terus saja menghisap Podnya. Terus saja mengutak-atik Podnya hingga kami harus turun sebelum kabut yang turun bertambah tebal.


                Foto : Saya dan Om Sis (Senior)

Selama perjalanan pulang pergi ke Puncak Sempur, hampir disetiap tempat istirahat terlihat SENIOR selalu sibuk dengan POD barunya. Ada saja hal yang ditanyakan ke Om Hilmi tentang POD tersebut. Jumlahnya, Ada sekitar 11 pertanyaaan yang ditanyakan oleh SENIOR ke Om Hilmi sepanjang perjalanan tersebut, dari mulai cara mengisi Likuid yg benar, fitur2 di Pod, Jenis2 liquid yg cocok, besaran watt yg ideal untuk POD tersebut. dari 11 pertanyaan yang diajukan, tidak ada 1 pun pertanyaan tentang gowes.


                                                Foto bersama di Puncak Sempur

Rute ke Puncak Sempur ini memang Pedas, membuat kaki pegal saat menanjak dan membuat tangan pegal mengerem saat turunan. Tapi SENIOR (om SIs) terlalu menikmati POD barunya, terlalu menikmati gurihnya Likuid, sehingga dapat dengan mudahnya melupakan curamnya tanjakan dan turunan di Puncak Sempur itu.

Fed Writer

Sabtu, 12 Februari 2022

BORAC DAN BATOX

Sabtu, 12 Feb 2022

Saya ikut event BORAC. Kategori 100 KM, EG : 800 Mdpl, COT : 12 Jam. Diajak oleh Senior gowes ( Om Imam) utk menemani beliau, yg pada akhirnya beliau tdk bisa join krn harus Isoman.

Event dimulai Sabtu, 12 Feb 2022, jam 05.00 dan berakhir pada jam 17.00. Rute bebas. Start darimana saja, tapi berakhir di Kantor BORAC di Galaxy, Bekasi. sekitar 23 KM dari rumah saya.

Strava sdh saya nyalakan sejak 05.30 dan baru start jam 06.00. Awalnya, Rute yg akan saya ambil adalah KM 0 Sentul, dgn EG : 600 M. Kekurangannya (200 m) rencananya akan saya cari  sambil berjalan.

Saat istirahat di Flyover Cibinong, saya bertemu dgn seorang goweser yg juga peserta BORAC dan menyapa. Kami saling berbicara ttg rute gowes. Kebetulan kategori kami sama. Dia adalah Om Arif. Saya sering mendengar nama Om Arif ini dari Teman goweser saya Om Kacacima dan Capt Teza. 



Akhirnya, saya berubah arah. Mengikuti rute om Arif, Citeureup - Jonggol, dengan beberapa catatan : Pelan2 gowesnya dan tdk ditinggal. Beliau menyanggupinya.

Cara gowes beliau, berbeda dgn yg banyak goweser yg saya kenal. Beliau tidak pernah kencang. Bahkan di jalan yg menurun. Tetapi, kayuhan-kayuhannya stabil. Bahkan sangat stabil. Tidak berubah kecepatannya di jalan rata, turunan, bahkan Tanjakan, sepanjang Citeureup - Jonggol.



Sepanjang rute itu, om Arif selalu mengajak ngobrol. Berbagi cerita. Masalahnya, beliau mengajak ngobrol saya selama ditanjakan, di saat saya sedang konsentrasi menyelesaikan tanjakan2 itu. Beliau ngajak ngobrol dengan santainya. Tanpa beban. Tanpa terlihat terengah-engah sedikitpun. Bahkan sesekali tertawa.

Banyak hal positif yg saya peroleh selama gowes bersama om Arif. Antara lain Tips dalam gowes :

1. Yg tersulit dalam gowes adalah bukan mengalahkan tanjakan curam, tetapi mengalahkan diri sendiri. Aplikasinya, tidak perlu terburu2 agar dapat dibilang cepat. Tidak perlu bernafsu utk mendahului orang didepan kita utk supaya dibilang hebat. 

2. Jadilah diri sendiri. Jangan memaksakan diri utk bisa menjadi spt orang lain. Gowes lah sesuai kemampuan kita. Seasyik Kita.

Alhasil, dgn mengikuti arahan om Arif, kami berhasil melampaui target yg diberikan utk Jarak, Ketinggian dan  waktu yg diberikan.

Sebagai informasi, Om Arif ini adalah salah satu Dedengkot di Komunitas Federal. Panggilan tenarnya adalah Om BATOX

Hampir semua federalist mengenalnya. 6 bulan yg lalu dia gowes Banten Loop bersama Om Kacacima selama 5 hari. Sebelumnya gowes ke Dieng bersama Capt Teja selama 10 hari. Belum lagi beberapa kali ke Baduy, sendiri ataupun bersama2. Terlalu banyak rute2 gowes jauh dan menantang bila harus ditulis. 

Senang bisa bersama Goweser Expert yg rendah hati dan tidak merasa paling kuat / paling jago. Yg tetap Istiqomah menjaga sholat selama Gowes. Yang selalu ngopi di setiap break. Yg selalu ngajak ngobrol ditanjakan, tanpa henti. 



- Fed Writer -