Minggu, 02 Januari 2022

Dendam Bandar Kerupuk [MAP Trip]

Ternyata, dendam itu begitu dalam. Sindiran yg dikemas dalam Canda oleh teman2 sekomunitas tentang naik ojek pada agenda Gowes SEJATI Chapt.TMII ke MAP (Mang Ade Puncak) beberapa bln  lalu, semakin membuat Bandar Kerupuk SEJATI  (Om Hilmi) membulatkan tekadnya  utk kembali menjajal kembali Track MAP yg memang sangat menguras tenaga. 

Dalam group chat di komunitas sepeda kami (SEJATI - Chap. TMII) , Om Hilmi disebut sebagai Bandar Kerupuk, karena dia kerap komen menggunakan kata "Kerupuk" kepada setiap orang. 

Seluruh persiapan dilakukan dengan matang oleh Bandar Kerupuk ini. Dari mulai meminang Minivelo (MV) dgn stang Dropbar hingga melakukan major upgrade. Tidak puas dgn Brifter, RD dan Sprocket Tiagra, Cranknya pun langsung diganti dgn Tiagra 4700 double chainring dgn BB dan pulley keramik. Schwalbe One pun, turut dibenamkan pada wheelsetnya. Kabel Jagwire pun, akhirnya mengganti kabel Inner dan Outer bawaan pabriknya, agar shifting semakin smooth.

Tidak  berhenti sampai disitu, brakesetmya pun, juga diganti dengan Rem Hybrid TRP yg harganya cukup ciamik, agar dapat menuruni jalur MAP tanpa ragu. Luar Biasa ... !! 

Komdisi fisik pun, sudah dengan sangat matang dipersiapkan. Gowes 2 kali ke Warung desi Jonggol (60 KM PP) dan ke Kopi Tubing (130 KM PP) dalam minggu itu dilakoni utk dpt lebih cepat beradaptasi dgn MV barunyanya.

Foto 1: Minivelo Pacific Clash milik Om Hilmi yg sudah selesai Upgrade.

Saatnya yg dinanti pun Tiba. 

Jam 5.50, saya terima WA dari bandar kerupuk yg mengabarkan bhw dia baru OTW dari rumahnya.  Sudah kepalang kesiangan, akhirnya saya ajak dia utk minum Jahe susu dan menikmati sepotong kue Tart ultah anak saya sebelum berangkat. Sekitar jam 07.10, kami pun berangkat. Telat 1,5  jam dari rencana awal. Hanya berdua saja. Saya dan Om Hilmi (Bandar Kerupuk).

Perjalanan sampai ke Bogor, berjalan sesuai rencana.  2 jam. Bandar kerupuk masih konsisten menggunakan Crank besarnya (52T). Bahkan hingga Gadog, masih konsisten. dari sisi waktu, semuanya masih sesuai rencana. 


Foto2: Tugu Kujang 

Memasuki tanjakan pertama di Gadog yg cukup tajam, MV mulai shifting ke Crank yg kecil. Dan Tidak pernah diganti lagi ke Crank besar. Sepertinya Bandar Kerupuk ingin mengikuti jejak Sultan Malaka 2 (Om Arles) yg gemilang melahap jalur MAP pada event Gobar Komunitas SEJATI TMII yang baru selesai digelar minggu lalu.

Tapi, cuaca hari itu sangat jauh berbeda dgn minggu lalu saat saya ke MAP. Sangat terik. Kondisi traffic pun sangat jauh berbeda. Sangat macet, Bahkan 1 KM menjelang Cimori (River View).  Menjelang pasar Cisarua, kami Harus melewati Trotoar, krn jalan sdh tidak bergerak. Beberapa kali kami terpaksa harus berhenti sejenak utk “ngadem” di beberapa Rest Point yg telah dilengkapi AC (Indo/Alfa) krn merasa tidak tahan dgn cuaca panas saat itu ditambah dengan uap panas yg keluar dari mesin kendaran bermotor yg macet.

Salah satu yang saya sukai saat gowes bersama Bandar kerupuk ini, dia selalu mengingatkan setiap akan/telah  masuk waktu Sholat. Akhirnya kami pun brake sholat pada 11.30 - 13.30. Cukup lama istirahat kami krn rupanya hanya ada 1 org pelayan restoran yg Melayani. Sedangkan banyak mobil yg akhirnya makan ditempat tsb krn macet yg parah.


Foto 3: Break om Hilmi

Terlalu lama istirahat. Rasa malas mulai menyerang. Tapi kami tetap lanjut, hingga sampai digunung mas  sekitar jam 16.00 dan bandar mengingatkan kembali utk sholat Ashar. Jam 16.45, kami lanjutkan perjalanan hingga 1 KM menjelang AT-Tawun, perut saya  terasa sgt  Lapar. 

Tulisan "Sate dan Sop Kambing" yang berada seberang jalan, begitu menggugah selera. Kami putuskan utk makan. Entah waktu penyajian yg cukup lama ataukah kami sudah sangat lapar. 17.45 akhirnya kami baru selesai makan. 


Foto 4: Foto sebelum makan sore 

Menimbang saat itu telah jelang waktu Maghrib dan MAP masih sekitar 1.5-2 Jam lagi, serta memperhitungkan waktu tiba dirumah dan PR kantor yg harus dikerjakan malam itu juga, akhirnya kami putuskan : Kembali ke JKT dan menunda ke Mang Ade. Kami pun putar balik ke arah Jakarta jam 17.45. Sekitar jam 23.00, kami pun tiba dirumah. Alhamdulillah.

Anyway, senang sdh berkesempatan menemani dan saling menyemangati. Krn gowes bukan tentang seberapa jauh KM, seberapa tinggi Elevasi atau Avearage speed yg kita tempuh.

Bagi saya Gowes itu adalah momen menikmati kebersamaan dgn teman. Tidak perlu memaksakan kehendak, apalagi kemampuan, hanya utk sebuah pengakuan.

Sambil menulis, saya berfikir : Akankah Om Hilmi kembali membuat perhitungan dengan Jalur MAP bersama Minivelo atau RB Twitter-nya ? 

Salam Kerupuk... !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar