Minggu, 26 Desember 2021

2 Xtrada Baru Untuk Mang Ade [MAP Trip - SEJATI]

"Om, ditunggu segera ditikum ya, kita (tan Ade dan Tan Shinta) sedang OTW ke sana". Begitulah isi telfon dari Tan (sebutan singkat utk tante) Ade yang membangunkan saya pada jam 4.30 pagi. Saya pun berbegas melaksanakan sholat Shubuh yg sudah masuk waktunya dan bersiap2 untuk ke titik kumpul (Tikum) di Gadog, CIawi, Puncak. 

Hari ini adalah event Gowes kedua dari Komunitas SEJATI untuk trip Gadog-Puncak. Seluruh sepeda loading dari JKT dan unloading di daerah Gadog. Event kali ini sedikit berbeda dengan event Gowes GADOG-PUNCAK sebelumnya, dimana ada 4 ladies goweser : Tan Ade dan Tan Shinta yg merupakan personel de Crank yg belum lama bergabung dgn Komunitas SEJATI, Tan Chacha dan Tan Ani. Sedangkan 4 lainnya adalah Goweser Laki-laki SEJATI. 

Hal lain yang membuat event ini berbeda  adalah pendiri Komunitas Sejati, Om Agus Giant juga ikut serta dalam acara ini. Pembeda lainnya event ini dengan event sebelumnya adalah ada 8 orang lainnya yang melakukan full gowes dari Jakarta ke Puncak (Warung Mang Ade). Bagi para senior goweser yang jam terbangnya sudah tinggi, gowes PP Jakarta-Puncak adalah hal biasa, tetapi bagi member di Komunitas SEJATI, hal ini adalah baru.

Sejak awal diumumkannhya event ini, beberapa Ladies goweser sempat merasa ragu dan pesimis atas kemampuan mereka melewati jalur menanjak tajam sepanjang kurang lebih 30 KM dgn ketinggian 1500 Mdpl. Tan Ade bahkan, harus membeli ban baru yg khusus untuk jalan aspal, agar terasa ringan saat melewati tanjakan. 2 minggu sebelum acara ini, Tan Ani membeli sepeda Polygon Xtrada 6 untuk dapat sukses melewati rute yg memang cukup menyita energi ini. Persiapan fisik dan pemanasan sudah dengan optimal dilakukan.

Jam 06.30, semua peserta sudah kumpul di Tikum. Semua sepeda pun sudah siap utk digowes, setelah dilakuan beberapa pemeriksaan kecil. Setelah selesai sarapan, sekitar jam 07.00, Ladies goweser langsung meluncur memjulai trip ini. Berselang 15 menit, goweser lanang menyusul. Tentu setelah selesai berdoa.  

Pada acara ini, saya dan om Dado bertugas sebagi Sweeper, Goweser penyapu. Harus berada pada posisi paling belakang. Menemani siapapun yg berada paling belakang.  memastikan tidak ada peserta yg tertinggal.

Gambar 1. Tim Sweeper (Saya dan Om Dado)

Sekitar setengah perjalanan, tepatnya pada tanjakan Grandhill yang memang salah satu tanjakan yg cukup tajam, terlihat 3 ladies goweser (Tan Chacha, Tan Ani dan Tan Ade) sedang beristirahat. Sementara yang lain sudah jauh mendahului. Terlebih Tan Shinta dan Om Arles sudah saling susul menyusul. Saat kami berisitirahat, sebuah Angkot setia menunggu dari awal. Seolah berharap ladies goweser menyerah dan loading ke Angkot.. (mudah2an dugaan saya salah).


Gambar 2. Tante Ani dgn Xtrada barunya

2,5 Jam perjalanan, Om Arles dan Tan Shinta mengabarkan sudah sampai di Mang Ade. Sedangkan Tan Shinta dengan ban barunya dan Tan Ani dgn sepeda barunya, masih terus berjuang melewati tanjakan demi Tanjakan.


Gambar 3. Tan Ade, Tan Ani dan Om Dado

Akhirnya berhasil. Sekitar 5 jam perjalanan, rombongan terakhir tiba di Mang Ade. 2 Jam kemudian om Sis yang Full gowes dari Jakarta tiba dgn sepeda barunya : Xtrada 5, yang baru dibelinya 2 hari sebelum acara. 2 Jam di warung Mang Ade, akhirnya kami kembali ke Tikum utk kemudian kembali ke Jakarta.


Gambar 4. Foto Bersama di MAP

Ini bukan cerita tentang 2 sepeda baru. bukan juga tentang COT (cut of time) atau kehebatan gowes dijalur yang menanjak. ini tentang semangat kebersamaan yang dapat membangkitkan optimisme dan mempererat pertemanan.  


   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar